Rabu, 12 Juni 2024

TIPS EDITING TULISAN SECARA SISTEMATIS

 



 

Hai.. jumpa lagi di pertemuan KBMN ke 16. Kali ini pemateri adalah Bapak Yulius Roma Patandean, M.Pd. Beliau adalah guru bahasa inggris di Tana Toraja.

Tidak ada rumus paten untuk menulis, begitu kata Pak Yulius. Buat saja seperti bunga rampai yang saling berkaitan. Buat jadi menarik, banyakkan contoh, dan jika sudah membahas teori, buatlah teori sendiri, agak susah? Mudah saja, baca tiga teori , simpulkan dengan bahasa sendiri, jadilah sebuah teori baru.

Banyak sekali penulis yang merasa ribet ketika menulis naskah secara sistematis, seperti daftar isi, penomoran halaman, serta daftar pustaka supaya lebih mudah dan sistematis.

Baiklah mari kita bahas satu persatu.

 

 

Langkah awal adalah buat kerangka tulisan seperti judul, kata pengantar, bab 1 , bab 2 dst dan daftar Pustaka. Jika sudah blok, semua, dari beranda, pilih gaya Judul, Klik kanan, ubah, tentukan warna font, jenis font dan ukuran, ok.


Lalu untuk mengisi daftar isi supaya terisi secara otomatis, letak kursor di bawah daftar isi, lalu pilih referensi, pilih daftar isi, pilih otomatis.


Maka akan otomatis muncul seperti ini:


Jika daftar isi bertambah dengan adanya tulisan yang bertambah, tinggal update saja, dengan cara, letak kursor di bagian daftar isi, lalu klik update.

 


 

Bagaimana tentang penomoran halaman?

Klik dua kali di bagian bawah halaman hingga muncul footer.


Lalu pilih : sisipkan, nomor halaman, pilih: bawah halaman, pilih nomor biasa 2.


Untuk membuat halaman judul tidak memiliki nomor halaman cukup dobel klik pada bagian bawah halaman/ pilih header dan footer, lalu klik: halaman satu berbeda.


 

Biasanya untuk penomoran awal seringkali menggunakan huruf romawi, dan di halaman selanjutnya memakai angka biasa, bagaimana memisahkan penomoran halaman?

Misalkan ingin memisahkan format penomorankata pengantar dan bab 1, maka letak kursor di halaman kata pengantar, lalu pilih tata letak, pemisah, halaman berikutnya.


Lalu ubah format penomoran seperti yang diinginkan.

 

Selanjutnya kita ke daftar Pustaka. Bagaimana cara menyematkan daftar pustaka dengan apik?

Pertama kita umpamakan dulu sumbernya berasal dari website:

Klik referrensi, sisipkan kutipan, tambahkan sumber baru.


Lalu klik sumber baru akan muncul isian berikut, isi lalu tekan oke.


Lalu jika ingin menyematkan daftar pustakanya tinggal klik referensi, bibliografi:


Sama halnya jika bersumber dari buku, tinggal ubah di sumber nya saja.

 

Bagimana jika kita menyematkan table, dan ingin memberinya daftar table supaya sistematis?

Klik referensi, Sisipkan keterangan, Tulis keterangan, label, oke.maka akan mucul seperti berikut:


Maka hasilnya akan seperti ini.


Nah, demikian resume tips bagi penulis yang ingin tulisannya sistematis dan tidak manual lagi sehingga editing menjadi lebih cepat dan lebih baik.

 

Burung gelatik balik ke sangkar

Penulis baik mau belajar

 

Sampai jumpa di resume selanjutnya dengan materi yang makin bernas dan rugi jika dilewatkan..

 

Pinang Raya, 12 Juni 2024

DW

Senin, 10 Juni 2024

BUKU NON FIKSI, APA DAN BAGAIMANA

 



 

Pertemuan ke 15 kali ini KBMN dipandu oleh narasumber Ibu Musiin, M.Pd. Beliau seorang Guru , kepala sekolah, aktivis organisasi dan penulis. Beliau akrab dipanggil dengan Bu Iin.

Resume kali ini tentang buku non fiksi, apakah yang dimaksud buku non fiksi itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian buku non fiksi adalah yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan (tentang karya sastra, karangan, dan sebagainya).

Penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1.     Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)

Contoh: Buku Pelajaran

2.     Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.

Contoh: Buku Panduan

3.     Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

 

Proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah :

1.              Pratulis

a.     Menentukan tema

b.     Menemukan ide

c.     Merencanakan jenis tulisan

d.     Mengumpulkan bahan tulisan

e.     Bertukar pikiran

f.      Menyusun daftar

g.     Meriset

h.     Membuat Mind Mapping

i.       Menyusun kerangka

2.              Menulis Draf

3.              Merevisi Draf

4.              Menyunting Naskah

5.              Menerbitkan

 

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya

1.   Pengalaman pribadi

2.   Pengalaman orang lain

3.   Berita di media massa

4.   Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram

5.   Imajinasi

6.   Mengamati lingkungan

7.   Perenungan

8.   Membaca buku

Pengalaman orang lain dapat dijadikan inspirasi untuk menulis, tapi pengalaman pribadi akan lebih mudah dituangkan kedalam tulisan.

Contoh tema dan referensi dari Buku Ibu Iin  adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020

Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.

Referensi terdiri dari

1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

3. Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;

4. Penemuan yang telah didapatkan.

5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko selaku mentor dan pembimbing penulisan dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

Berikut kerangka yang dapat dijadikan contoh acuan:

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia

A.   Pembagian Generasi Pengguna Internet

B.   Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial

A.   Media Sosial

B.   UU ITE

C.  Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital

A.   Pengertian

B.   Elemen

C.  Pengembangan

D.  Kerangka Literasi Digital

E.   Level Kompetensi Literasi Digital

F.   Manfaat

G.  Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi

H.  Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara

A.   Keluarga

B.   Sekolah

C.  Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62

A.   Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia

B.   Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia

C.  Membangun Digital Mindset Warganet +62

 

Untuk penulisan kerangka, dapat melihat panduan pada link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be

Dengan mengikuti langkah dari video, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Bagaimana anatomi dari buku non fiksi itu?

Anotomi Buku

1.         Halaman Judul

2.         Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3.         Halaman Daftar Isi

4.         Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5.         Halaman Prakata

6.         Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7.         Bagian /Bab

8.         Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9.         Halaman Glosarium

10.       Halaman Daftar Pustaka

11.       Halaman Indeks

 

Langkah kedua

Menulis Draf

1.         Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

2.         Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

 

Langkah ketiga

Merevisi Draf

1.         Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian

2.         Memeriksa gambaran besar dari naskah.

 

Langkah keempat

Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

1.         Ejaan

2.         Tata bahasa

3.         Diksi

4.         Data dan fakta

5.         Legalitas dan norma

 

Dari sekian banyak langkah yang sudah di rangkum oleh Ibu Iin, yang utama dan tetap terpenting adalah MULAI MENCOBA dan mulailah menulis.

Wow, materi kali ini daging sekali, terimakasih Ibu Iin.

Kasau jadi balai papan di paku

Kalau tak memulai kapan jadi buku

 

Sampai jumpa di resume selanjutnya..

Pinang Raya, 10 Juni 2024

DW

Senin, 03 Juni 2024

PROOFREADING , APA ITU?

 

Hai jumpa lagi dengan resume KBMN ke 12 kali ini..

Pemateri di pertemuan ini adalah Guru dari Musi Rawas Sumatera Selatan, Bapak Susanto, S.Pd.

Kali ini adalah materi Proofreading, apa itu?

Proofreading adalah langkah untuk membuat tulisan menjadi baik dan benar, enak dibaca dan dipahami.

Saat menulis, kadang kita sering luput dalam penulisan huruf termasuk ejaan, karena terlalu fokus pada kualitas kontennya, dan bukan pada teknik menulisnya.

Meskipun tatacara penulisan huruf dan penggunaan kaidah ejaan lainnya adalah hal yang bersifat mikro dalam menulis buku, namun tetap saja harus dianggap penting.

Terlebih lagi pada penulisan yang bertemakan ilmiah atau publikasi semacam media online, tata cara mikro ini harus dijunjung tinggi agar kualitas tulisan kita meningkat.

Proofreading adalah mengoreksi tulisan, dengan cara  membaca ulang lalu memeriksa ada atau tidaknya kesalahan dalam tulisan.

Kesalahan apa saja yang dikoreksi melalui proofreading?

1.       Kesalahan pengetikan

2.       Penggunaan tanda baca

3.       Konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah

4.       Logika dari sebuah tulisan.

 

Apa yang dimaksud dengan kesalahan pengetikan atau typo.

a.       Kesalahan insidental, kesalahan mengetik, cukup diperbaiki saja.

b.       Typo individual, misalnya menulis “buku” menjadi “BUku”

c.       Typo automatical, atau koreksi otomatis dari aplikasi, misalnya “bisa” menjadi “bias” atau “sosial” menjadi “social”

d.       Typo konseptual, bukan salah ketik melainkan salah konsep, missal “karier” menjadi”karir”, tanda titik sesudah tanda seru atau tanya.

Mengapa prrofreading diperlukan? Karena penulis seringkali kesulitan menemukan kesalahan atau penulis merasa tulisannya sudah benar dan layak diterbitkan.

Kapan proofreading ini dilakukan? Sebaiknya proofreading dilakukan setelah selesai menulis dan penulis sudah merasa tulisan tersebut sudah benar dan layak diterbitkan, baru dilakukan proofreading. Tidak dianjurkan melakukan proofreading ketika tulisan belum selesai.

Lalu siapa yang bisa melakukan proofreading dan bagaimana caranya?

Yang melakukan proofreading adalah penulis atau orang lain secara professional, dengan cara:

1.       Diperam, bagaimana tuisan diperam? Dengan cara membiarkan naskah selama beberapa waktu untuk menetralkan perasaan terhadap tulisan sendiri.

2.       Membaca seluruh naskah yang sudah ditulis sebelum mengedit agar tidak salah asumsi.

3.       Memeriksa typo, istilah, EYD, struktur serta kelogisan.

4.       Membaca dengan bersuara apakah enak dan mengalir?

Peran proofreading adalah untuk meluruskan agar tulisan dipahami oleh pembaca persis seperti yang dikehendaki penulis.

Jadi, sudah bisa dipahami sekilas tentang proofreading? Meskipun ada tools yang dapat membantu dalam self editing, namun sumber terbaik yang dapat digunakan sebagai referensi dalam sef editing adalah di web https://kbbi.kemdikbud.go.id/ dan https://ejaan.kemdikbud.go.id/

 

Penggaris yang apik ditatalah miring

Penulis yang baik bisa self editing

 

Sampai jumpa lagi di resume selanjutnya.. 

Dapatkah kamu menemukan typo dan kesalahan penulisan tanda baca dalam tulisan diatas?

 

Pinang Raya, 03 Juni 2024

DW

Rabu, 29 Mei 2024

TIPS MENJAGA KOMITMEN MENULIS BLOG


 Hai… kali ini pertemuan KBMN ke 12 dipandu oleh Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si.

Materi kali ini lebih aplikatif, dan tidak banyak teori.

Bagaimana sih caranya supaya menjadi penulis yang selalu eksis?

Satu, percaya diri, apapun bentuk tulisan kita, percaya diri saja. Mau disukai atau tidak, mau dibaca oleh orang lain atau tidak, tidak perlu dipikirkan. Karena kita hanya perlu menulis saja.

Kedua, rajin dokumentasikan di blog atau media sosial. Kenapa ini perlu? Karena dokumentasi ini yang akan menjadi jejak digital kita, atau pun bahkan akan merekam jejak orang-orang yang kita ingin untuk kita kenang atau memiliki kenangan dari tulisan kita.

Nah berbicara tentang rekam jejak digital, inilah pentingnya kita bertanggung jawab pada nama baik nama yang diberikan oleh orang tua kita dengan bertanggung jawab pada diri kita sendiri.

 

Tips supaya konsisten menulis di Blog:

Satu, punya tujuan. Tujuan menulis kita apa, berbagi informasi atau curhat, ataupun hanya sekedar mencurahkan ide pikiran yang ada di kepala.

Kedua, mulai menulis. Apapun bentuknya, banyak atau sedikit, tulis saja. Tidak ada tulisan yang tidak jelek. Karena yang jelek itu adalah tidak ditulis.

Untuk menambahkan viewer di blog kita, sebagai penulis awal, harus rajin blog walking. Dengan cara merespon dan membalas komentar yang muncul di blog kita. Dan sering-seringlah mengunjungi blog orang lain dan tinggalkan jejak di tulisan orang lain.

Bagaimana jika kehabisan ide? Cari inspirasi dari blog atau tulisan orang lain, atau dari aktivitas sehari-hari kita saja. Tulisan kita tidak harus banyak, bahkan tulisan yang hanya dua kalimat saja bis akita jadikan postingan di blog.

Untuk saat ini, blog kita dianggap aktif apabila ada postingan minimal satu bulan sekali. Namun, alangkah baiknya jika bisa menulis lebih dari satu kali sebulan.

Nah demikian resume dari yang disampaikan oleh Pak Dedi, dan jujur saja banyak dari ulasan ini yang masih banyak yang perlu saya terapkan.

Sampai juma lagi di resume pertemuan KBMN selanjutnya ya..

Pinang raya, 29 Mei 2024

DW

 

 

 

Senin, 20 Mei 2024

MENULIS DARI HATI

 


Salah min.. menulis pakai pena kan? Ah elah.. maksud penulis tuh, menulis dengan segenap hati, supaya makna dari tulisan kita sampai juga ke hati pembaca.

Begitulah maksud dari judul pertemuan KBMN ke 9 ini, yang di sampaikan oleh Bunda Emut, atau Bunda Mutmainah dari Lebak Banten.

Menulis dengan hati, bagaimana tipsnya? Yuk disimak:

1.     Libatkan emosi

Emosi yang dimaksud disini adalah emosi yg positif, tulis apa saja yang kita rasakan, kita amati, dan kita dengarkan. Tulis semuanya apa adanya, tanpa perlu diedit terlebih dahulu.

Jika kita menulis sambil mengedit tulisan kita tidak akan  jadi.

 

Saat menulis libatkan emosi kita. Beri warna dan rasa pada tulisan kita. Saat kita menuliskan tentang kesedihan gambarkan kesedihan itu. Bagaimana rasanya sedih, tulis saja seperti kita sedang berbicara curhat pada  sahabat kita jika kita sedang sedih. Saat kita sedang marah sampaikan rasa amarah itu dalam kata kata. Sehingga seolah pembaca merasakan aura kemarahan kita.

 

Buat apa sih melibatkan emosi?

Karena saat kita menulis dengan memainkan suasana dan emosi, maka tulisan yang dibuat pun akan memiliki rasa sehingga pembaca pun akan menikmati tulisan yang dibuat. Namun jangan salah menempatkan emosi, apabila kita sedang dalam keadaan marah atau sedih jangan memaksa untuk menulis tulisan yang menyenangkan karena mood nya tidak sesuai dengan ide yang akan dituliskan.

 

Dalam menulis, jangan ragu untuk menuangkan semua ide yang kita miliki. Anggap saja sama seperti menulis diary namun dengan berbagai bentuk tulisan. Saat sudah terbiasa, menulis pun akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bahkan membuat candu kepada orang yang melakukannya.

 

2.     Libatkan panca indra.

Dengan membuat pembaca ikut merasakan, melihat dan mendengar apa yang penulis ceritakan.

 

3.     Tulis yang kita sukai.

Dengan menulis apa yang kita sukai maka, kita kan menulis dengan sungguh-sungguh, akan dari lubuk hati yang paling dalam, membuat tulisan jadi lebih berisi dan bernyawa. Dan menjadikan tulisan legih orisinal, memiliki keunikan yang khas milik kita, yang tidak gampang ditiru oleh orang lain.

 

4.     Jangan mengharapkan pujian.

Ini penting untuk menjaga mood menulis, karena jika kita menulis tanpa pamrih puian dari orang lain, maka apapun reaksi pembaca tidak akan mempengaruhi mood menulis kita.

 

5.     Who and Do.

Artinya siapa dan lakukan. Lihat siapa yang akan menjadi target pembaca kita, lalu tulis sesuai dengan kriteria target tersebut.

 

6.     Baca yok baca

Tidak lain dan tidak bukan, selalu baca, baca, baca, dengan membaca memperkaya khasanah kita, membuat tulisan kita lebih bisa dibaca oleh universal.

 

7.    Jujur.

Tulislah dengan jujur, karena dengan menulis jujur pikiran kita tidak akan terbagi dan fokus pada tulisan. Kenapa harus berbohong ketika engkau bisa menyuarakan kebenaran tanpa terlihat?

 

8.     Konsisten.

Benar atau tidak, konsisten adalah roda penggerak utama dari seorang penulis. Disiplin dalam menulis diperlukan agar tulisan tetap pada jalurnya. Jika lelah, istirahat, jika buntu, istirahatlah, lakukan hobimu yang lain, namun jangan lupa ika sudah membaik, kembalilah.

 

Manfaat menulis dengan hati:

1.     Lebih menyentuh pembaca.

Bandingkan saat tulisan diary yang menggebu gebu penuh cinta dengan catatan harian pekerjaan yang tanpa hati, manakah yang bisa menyentuh perasaanmu?

 

2.     Cerita lebih nyata

Cerita yang ditulis dengan segenap perasaan akan mentransfer rasa itu kepada pembaca sehingga akan lebih nyata, realistis dan mudah dibayangkan oleh pembaca.

 

3.     Lebih mudah dalam menyusun cerita.

Ketika menulis dengan hati, berdasarkan kisah nyata, maka akan lebih mudah karena ingatan kejadian, akan diingat oleh seluruh Indera dan pikiran kita, sehingga lebih mudah mentransfer rasa kepada pembaca.

 

Dan setiap akhir dari semua tips menulis yaitu.. mulailah menulis, tulis dan tulis,,

Daan.. akhirnya saya tidak F1 lagi pemirsa,, ban kempes.. tapi tak mengapa, saya senang menulis, menulis untuk kesenangan, dan semoga pembaca uga senang dengan tulisan saya.

Cukup sekian resume pertemuan ke 9 kali ini, umpa lagi di pertemuan ke 10 hari rabu besok. Semoga selalu sehat dan sampai jumpa.

 

Mata pedes karna ngantuk

Tapi jari tak bosan menari

Jikalau tuan tidak lah sibuk

Boleh dong komen kemari.. ahay..


Pinang raya, 20 Mei 2024 22.05PM

Dewe

 


Rabu, 15 Mei 2024

MOTIVASI MENULIS DAN BLOG UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN

 


Hai.. pembaca,, saya bayar hutang pertemuan ke 6. Jangan tanya perjuangan saya merangkak ke atas chat whatsapp ribuan ton.. beratt pemirsa..

Ah lupakan, mari kita nikmati resume kali ini.

 

Pertemuan ke 6 ini di mentori oleh Pak Damar kependekan dari Bapak Dail Ma’ruf M.Pd, materi resume kali ini adalah tentang bagaimana mengelola motivasi dalam menulis, serta pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran.

 

Diantara motivasi menulis beliau, yaitu:

1. Dengan menulis maka penulis akan mendapatkan mahkota dan akan terkenal sebagai raja. (Karena kita yang paling berrkuasa akan tulisan kita).

2. Dengan menulis maka penulis akan abadi meski jasadnya telah terkubur. (Maka dari itu tulislah yang baik-baik saja biar menjadi amal jariyah, dan bukan dosa jariyah).

3. Menulis merupakan cara untuk berbagi ilmu kepada pembaca dan sebagai investasi tak terbatas. (Menulis bisa jadi jalan sedekah juga lho).

4. Dengan menulis maka penulis akan berada di level ilmuwan dan dapat bergaul dengan berbagai kalangan masyarakat. (Saat menulis kita bisa jadi siapa saja, tanpa perlu topeng).

5. Dengan menulis akan tambah bahagia, akan mendapatkan penghasilan tambahan dan berkah. (Nah ini segar, bisa data insentif yang lumayan buat isi dompet).

 

Lalu pertanyaannya, apa motivasimu dalam menulis? Boleh tulis di kolom komentar. Maaf tapi ga ada hadiah gopay ya,, insentif belum cair. Jangan marah.. kita lanjut ke Blog aja ya.

 

Apa sih pentingnya Blog sebagai media pembelajaran?

 

1. Guru mudah menguplod materi hingga mengevaluasi materi.

2. Blog dapat digunakan di jenjang SD sampai Universitas.

3. Murid masa kini lebih familier dengan internet dalam mencari sumber materi.

4. anak lebih sering mengakses browser.

5. Murid familier dengan website, email, chat, diskusi menggunakan teknologi celuler maupun laptop.

 

Jadi membuat blog sebagai media pembelajaran adalah solusi tepat sesuai kodrat jaman anak masa kini.

 

Kebaikan Blog bagi dunia pendidikan  diantaranya:

1. Sebagai rumah belajar bagi guru

Bukan hanya bermanfaat bagi pribadi guru tetapi juga bagi siswanya.

 

2. Dapat meringankan tugas dan beban guru dalam mengajar

Dalam kurikulum merdeka, beban guru semakin berat. Dengan memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran akan meringankan.

 

3. Meningkatkan minat belajar siswa

Dengan menggunakan blog, pembelajaran tidak akan membosankan, ada variasi lain selain media yang sudah tersedia.

 

4. Dapat diakses oleh orang lain diberbagai negara di dunia.

Banyak blogger mengakses berita yang dicari melalui website.

 

5. Media silahturahmi bagi para blogger, akan diringankan.

Sesama sahabat blooger dapat menjalin silaturahmi di blog bersama dari online menjadi pertemuan offline.

 

Dari sekian banyak hal baik yang didapat dari teknologi dan blog yang dapat diakses melalui telepon seluler, pasti ada tidak baiknya juga. Maka dari itu diperlukan kedisiplinan dalam penggunaan, dan perlu pengawasan penggunaan telepon seluler di sekolah.

 

Yes, selesai resume pertemuan ke 6.

 

Sebagai manusia kita harus terus berevolusi. Dan sebagai guru kita harus terus mengembankan diri.

Gen berubah, dunia berubah, maka cara pembelajaran kita juga perlu berubah.

Seperti ilmu evolusi, hanya yang mampu beradaptasi yang akan bertahan.

Maka jadilah guru yang mampu berevousi, bertahan dalam gempuran jaman dengan terus beradaptasi.

 

Selamat berkarya..

 

 

Pinang raya, 15 Mei 2024, 22.26