Senin, 29 April 2024

TEKNIK MENULIS RESUME

 



TEKNIK MENULIS RESUME

Oleh: Ibu Raliyanti, S.Sos, S.Kom, M.Pd

 

Hai.. ketemu lagi kali ini dengan materi yang tak kalah bernas. Pada pertemuan ke tiga ini, pemateri  adalah seorang guru dengan segudang prestasi dan seorang penulis handal. Kesehariannya ibu Raliyanti kerap dipanggil dengan ibu Rali. Beliau juga merupakan alumni KBMN gelombang 20. Kali ini beliau memberikan materi tentang teknik dan cara menulis resume dengan baik dan benar.

Secara garis besar, cara menulis resume dengan baik ada 6 tahap yaitu:

  • 1.     Amati materi yang disampaikan.
  • 2.     Modifikasi materi dengan menggunakan bahasa baku sesuai ciri khas sendiri.
  • 3.     Hindari copy paste materi.
  • 4.     Kembangkan meteri dengan pengetahuan sendiri yang masih berkaitan dengan materi.
  • 5.     Beri kesimpulan dari materi sebelum penutup.
  • 6.     Yang terpenting adalah pertahankan ciri khas tulisan kita agar menjadi unik dan memiliki ciri khas gaya tulisan kita.
  • 7.     Tulis dengan paragraph yang tidak terlalu panjang.
  • 8.     Parafrasekan pernyataan dari pemateri.

Setelah mengetahui bagaimana cara menuis resume dengan baik, lalu bagaimana cara menulis resume agar bisa cepat seperti istilahnya di KMBN adalah peserta F1?

Berikut triknya:

  • 1.     Siapkan diri dan peralatan lebih awal.
  • 2.     Tulis narasi pembukaan yang berkaitan dengan  materi.
  • 3.     Tulis kesimpulan dari materi.
  • 4.     Tulis materi dengan paragraph pendek pendek.

Setting motivasi pada diri sendiri agar menulis resume lebih cepat karena memiliki beberapa keuntungan yaitu:

  • 1.     Jika pada urutan atas akan  mendapat viewer lebih banyak.
  • 2.     Beri karakter pada tulisan agar menarik pembaca.
  • 3.     Buat Tulisa lebih kredibel dengan menambahkan referensi materi dari tokoh lain yang berkaitan.
  • 4.     Racik tulisan dengan ciri khas kita agar pembaca betah dan selalu menunggu resume dari kita.
  • 5.     Sematkan kutipan untuk mempercantik resume.

Yang utama dari seorang penulis yaitu percaya diri. Bagaimana percaya diri dibangun adalah dengan terus menulis. Jangan terpaku pada satu blog saja. Menulislah di platform lain yang dapat menunjang pengalaman menulis. Dan dapat meningkatkan kepercayaan diri. Perbanyak baca sehingga tulisan menjadi edukatif dan informatif.

Lalu bagaimana resume kita bisa dijadikan sebagai sebuah buku? Mudah saja, kumpulkan resume, pilih resume-resume terbaik, atur di word, rapikan, lalu cari penerbit.

Jadi.. untuk membuat resume cukup mudah bukan? Cukup ATM saja, amati, tulis ulang, modifikasi. Seperti uang yang dilarang uang palsu, maka tulisan juga dilarang plagiarisme. Buat tulisan yang punya ciri khas tulisanmu, sehingga pembaca tahu itu tulisanmu bahkan sebelum membaca siapa penulis resume.

Cobalah menulis satu kata,

Mudah bukan tak seberapa

Om Jay dan Ibu Rali saja bisa

Kita juga pasti bisa.

 

Menulis sambil senyam senyum kepedean,

Pinang Raya, Bengkulu Utara, 29-4-2024. 20.42 PM

DW

Rabu, 24 April 2024

WRITING IS MY PASSION

 


WRITING IS MY PASSION

Hai, jumpa lagi di ulasan kelas menulis KBMN gelombang 31 hari ke-2. Kali ini pemateri adalah Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Atau yang lebih akrab beliau dipanggil dengan nama Bunda Kanjeng. Bagi saya beliau seorang master yang sangat membumi, yang sangat saya kagumi dan ingin pelajari proses yang beliau alami hingga sampai pada titik yang luar biasa saat ini.

Motto beliau adalah menulis itu passion, gairah hidup. dengan menulis beliau merasa hidup dan merasakan kepuasan. seperti yang beliau ungkapkan dengan menulis beliau mendapatkan empat hal yang luar biasa meningkatkan gairah hidup beliau.

Yang pertama adalah kepuasan batin, karena setelah menulis akan merasa lega dan tidak ada uneg-uneg lagi. Kedua, dengan menulis beliau bisa mendapatkan kepuasan materi, yang tidak dapat diukur dengan nominal ya, karena kepuasan masing-masing orang itu berbeda. Lalu yang ketiga adalah dengan menulis maka akan mendapatkan jalinan silaturahmi, dari sahabat yang tersebar seantero Nusantara bahkan dunia. Apalagi sekarang, kita dapat menjalin silaturahmi dengan seluruh orang di dunia ini tanpa terhalang jarak lagi dengan bantuan teknologi.

Yang ke empat adalah dengan menulis beliau merasa “kaya”. Kaya teman, kaya hati. Karena kaya itu relatif, maka ukuran kaya tiap orang itu berbeda, namun bagi beliau, kaya sahat dan kaya hati akan kebahagiaan sunnguh melegakan. Kelima dengan menulis, kita akan merasa bahagia. Bayangkan saja Ketika menulis ini kita sedang curhat seakan menulis diary. Ketika semua apa yang ada di kepala dituangkan, maka kepala akan terasa ringan dan hati lebih bahagia. Lalu ke enam dengan menulis dapat meningkatkan kebijaksanaan. Karena untuk menulis kita tak harus pandai menilai, kita hanya cukup mengerti, lalu menulis.

Menurut Ibu Kanjeng, menulis itu untuk melawan lupa. Menurut saya hal ini sangat tepat, karena dengan menulis maka kita seperti membongkar berkas lama yang ada di kepala lalu memperbaiki dan mencetak ulang dengan format baru didalam susunan neuron kita, jadi lebih mudah untuk dijangkau dan diingat kembali. Jadi ya, betul sekali, menulislah sebelum kamu lupa.

 Bagaimana memulai menulis? Jawabannya adalah dengan bertanya pada diri sendiri, mengapa kita menulis, dan bagaimana cara menulis. Mengapa adalah alasan kita menulis, bisa karena materi, atau sebuah pengakuan dari masyarakat atau alasan personal untuk mencurahkan isi kepala. Ataukah alasan untuk memberi pengaruh sosial atau pengaruh spiritual. Isa mulai ditanyakan pada diri sendiri sebelum mulai menulis. Selanjutnya adalah bagaimana cara menulisnya, hal ini berkaitan dengan teknis yang dapat dipelajari dan terasah lewat pengalaman menulis.

Bagaimana cara menjadi penulis yang baik? Langkah pertama adalah dengan membaca, baca dan baca. semakin banyak membaca maka akan memperkaya khasanah pikiran kita, sehingga mudah untuk menuangkan sebuah tulisan.

Langkah kedua adalah berdiskusi, lebih bagus lagi jika memiliki mentor menulis. Atau dapat dengan mengikuti komunitas menulis, sehingga kita dapat menemukan mentor mentor hebat dalam menuis yang dengan senang hati akan berbagi ilmu kepada kita, serta rekan-rekan sesame penulis yang dapat diajak berdiskusi dan bertukar pendapat tentang kepenulisan.

Langkah ketiga adalah lihat dan baca, semua jenis media tulis. Sehingga dapat kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita. Lalu ke empat adalah luaskan pergaulan. Lebarkan jari-jari lingkaran pertemanan kita, sehingga lebih luas dan lebih banyak.

Jika semua sudah, maka saatnya kita melakukan persiapan menulis. Apa saja yang perlu disiapkan? Tidak perlu repot, ini hanya perlu disiapkan di dalam kepala. Temukan ide tulisan, tujuan menulis, sasaran pembaca, lalu tentukan topik. Setelah itu buat outline atau garis besar tulisan, lalu mulailah mengumpulkan bahan untuk tulisan.

Lalu mulailah menulis, bagaimana? Caranya adalah tulis saja. Tulisanmu nanti akan mengikuti alurnya sendiri. Tidak perlu berpikir banyak, fokuslah pada tulisan dan menulis saja. Soal nanti akan laku atau tidak laku atau menjadi best seller, itu belakangan. Fokus kita hanya menulis dengan baik, dan lanjutkan dengan tekun dan sabar.

Dan jika naskah kita sudah selesai maka yang perlu kita lakukan adalah, mengedit, memperbaiki, dan mempublikasikan. Mengedit dilakukan dengan membaca ulang untuk menemukan kesalahan pengetikan atau kalimat yang kurang pas, lalu diperbaiki. Jika sudah rapi dan dirasa tepat maka dapat dilakukan publikasi .

Langkah publikasi meliputi pengiriman naskah, pra cetak, pencetakan lalu promosi dan distribusi. Naskah dikirim ke penerbit lalu akan ada perbaikan tata letak, layout, ISBN, proof reading dsb.

Kepercayaan diri akan mucul seiring waktu dan jangan takut menerima kritikan. Menulis adalah passion, maka harus ada hati yang tertuang didalam tulisan. Teruslah menulis dan berproses, hingga tulisanmu menemukan jatidirinya.

Seperti kupu-kupu, meski awalnya belum terbiasa terbang, namun teruslah terbang, hingga menemukan bunga yang indah, dan kau bangga menjadi kupu-kupu.

 

Pinang Raya, 24 April 2024, 21.09pm

DW

 

 

 

 


Senin, 22 April 2024

Menulis Semudah Makan

Menulis bagi sebagian orang adalah sebuah kesenangan, dan bagi sebagian lagi adalah sebuah tekanan. Kamu termasuk yang mana? Jika menurutmu menulis adalah sebuah tekanan maka bisa dipastikan kamu belum mengenal menulis. Jika kamu sudh mengenal menulis maka kamu akan mendapati bahwa sebenarnya menulis itu adalah sebuah kesenangan. Tak kenal maka tak sayang, maka kenalilah dulu dunia menulis. Menulis dan membaca adalah seperti sepasang sayap, saling melengkapi dan seimbang. Jika tak seimbang bisa dipastikan terbangnya tulisanmu akan oleng.

Nah melalui kegiatan di Komunitas Bisa Menulis Nusantara (KBMN) gelombang ke-31, yang merupakan wadah mengenal dan mencintai kepenulisan, ilmu-ilmu kepenulisan akan sajikan. Melalui kegiatan ini diharapkan para penulis pemula dapat meningkatkan kompetensinya didalam menulis.

Ingin bisa menulis semudah makan? yuk intip pembahasan Om Jay dalam pertemuan pertama di KBMN gelombang 31 malam ini (22/04/2024). Pada pembahasan awal ini, Om Jay memberikan tips menulis semudah makan. semudah itukah? Mimin juga jadi lebih penasaran jadinya apa trik itu dari Om Jay.

Yang pertama adalah janji untuk konsisten. Bagi penulis, konsisten adalah sebuah keharusan, karena tanpa konsisten maka tulisan kita tidak akan pernah terasah.

Yang kedua adalah mulailah menulis. Semua kisah tidak akan pernah dimulai apabila penulis tidak memulainya dengan satu kata. Kisah legendaris Harry Potter tidak akan pernah ad ajika J.K Rowling tidak memulai menulis, atau buku Soekarno Penjambung Lidah Rakjat tidak akan pernah ad ajika Cindy Adams tidak menulisnya. Semua Langkah besar dimulai dari langkah kecil. Buku setebal seribu halaman dimulai dari sebuah kata. Maka segeralah mulai menulis.

Yang ketiga adalah mulailah dengan tulisan yang sederhana. Seperrti pepatah ala bisa karena biasa sangat cocok untuk penulis. Menulis itu seperti kebiasaan, jika terbiasa menulis maka seperti merasa lapar jika tidak menulis dan merasa haus jika tidak membaca. Jadikan menulis sebagai kebiasaan maka akan terbiasa menulis. Pisau yang diasah tiap hari maka akan semakin tajam, sama halnya dengan keterampian menulis, makin seri g dilakukan maka akan semakin mahir dan berbobot.

Yang keempat adalah membuat garis besar tulisan dalam tiga bagian, yaitu pembuka, isi dan penutup. Pembuka dapat dibuat secara sederhana, seperti sebuah perkenalan, atau mengenalkan pembaca kepada inti judul yang akan kita bahas. kemudian penutup yang dapat berisi kesimpulan atau salam penutup dari penulis.

Lalu bagaimana ide tulisan bisa tumbuh dan muncul setiap hari? Ide menulis dapat diperoleh dari mempratekkan 5W 1H, what, why, where, when, whom, dan How. Apa yang terjadi, Bagaimana bisa terjadi, dimana kejadiannya, kapan kejadiannya, siapa pelakunya, dan bagaimana kronologisnya. Dengan mempraktekkan 6 kata diatas, maka kita tidak akan kehabisan ide.

Sudah siapkah untuk menulis? Buatlah kerangka mudah dengan rumus berikut:

Judul

Pembukaan

Isi tulisan

Apa

Siapa

Kenapa

Bagaimana

Kapan

Dimana

Penutup

Demikian rumus jitu menulis dengan mudah yang disampaikan Om Jay. Semoga bermanfaat bagi teman-teman. Jika ingin menulis segeralah dimulai, karena kita tidak tahu apa kisah indah yang dapat kita tuliskan.

 


 

Senin, 30 Oktober 2023

Disiplin yang bagaimana?


Disiplin

apa yang kita ketahui mengenai makna disiplin? 
mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa disiplin adalah sejenis tindakan yang merupakan perpanjangan dari peraturan. 

Tak menampik juga bahwa selama ini saya juga sependapat dengan hal ini. Namun setelah mendapatkan pendidikan melalui Program Guru Penggerak, saya mendapatkan pemahaman baru, tentang sebuah kata disiplin. 

Penyebaran pemahaman tentang disiplin positif dilakukan di lingkungan sekolah, serta penerapan disiplin positif agar dapat menciptakan budaya positif di dalam lingkungan sekolah. 

Mari kita cermati artikel yang di sadur dari modul Guru Penggerak berikut:

Makna Kata Disiplin

Ketika mendengar kata “disiplin”, apa yang terbayang di benak Anda? Apa yang terlintas di pikiran Anda? Kebanyakan orang akan menghubungkan kata disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan pada peraturan.  Kata “disiplin” juga sering dihubungkan dengan hukuman, padahal itu sungguh berbeda, karena belajar tentang disiplin positif tidak harus dengan memberi hukuman, justru itu adalah salah satu alternatif terakhir dan kalau perlu tidak digunakan sama sekali. 

Dalam budaya kita, makna kata ‘disiplin’ dimaknai menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kita cenderung menghubungkan kata ‘disiplin’ dengan ketidaknyamanan.

Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa 

“dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka. 
(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,  Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)

Disitu Ki Hajar menyatakan bahwa untuk mencapai kemerdekaan atau dalam konteks pendidikan kita saat ini, untuk menciptakan murid yang merdeka, syarat utamanya adalah harus ada disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri, yang memiliki motivasi internal. Jika kita tidak memiliki motivasi internal, maka kita memerlukan pihak lain untuk mendisiplinkan kita atau motivasi eksternal, karena berasal dari luar, bukan dari dalam diri kita sendiri.

Adapun definisi kata ‘merdeka’ menurut Ki Hajar adalah: 

mardika iku jarwanya, nora mung lepasing pangreh, nging uga kuwat kuwasa amandiri priyangga (merdeka itu artinya; tidak hanya terlepas dari perintah; akan tetapi juga cakap buat memerintah diri sendiri)

Pemikiran Ki Hajar ini sejalan dengan pandangan Diane Gossen dalam bukunya Restructuring School Discipline, 2001. Diane menyatakan bahwa arti dari kata disiplin berasal dari bahasa Latin, ‘disciplina’, yang artinya ‘belajar’. Kata ‘discipline’ juga berasal dari akar kata yang sama dengan ‘disciple’ atau murid/pengikut. Untuk menjadi seorang murid, atau pengikut, seseorang harus paham betul alasan mengapa mereka mengikuti suatu aliran atau ajaran tertentu, sehingga motivasi yang terbangun adalah motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik. 

Diane juga menyatakan bahwa arti asli dari kata disiplin ini juga berkonotasi dengan disiplin diri dari murid-murid Socrates dan Plato. Disiplin diri dapat membuat seseorang menggali potensinya menuju kepada sebuah tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna.  Dengan kata lain, disiplin diri juga mempelajari bagaimana cara kita mengontrol diri, dan bagaimana menguasai diri untuk memilih tindakan yang mengacu pada nilai-nilai yang kita hargai.  

Dengan kata lain, seseorang yang memiliki disiplin diri berarti mereka bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya karena mereka mendasarkan tindakan mereka pada nilai-nilai kebajikan universal. Dalam hal ini Ki Hajar menyatakan; 

“...pertanggungjawaban atau verantwoordelijkheld itulah selalu menjadi sisihannya hak atau kewajiban dari seseorang yang pegang kekuasaan atau pimpinan dalam umumnya. Adapun artinya tidak lain ialah orang tadi harus mempertanggungjawabkan dirinya serta tertibnya laku diri dari segala hak dan kewajibannya. 
(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,  Cetakan Kelima, 2013, Halaman 469)

Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik. 
 

Referensi: 
Restitution: Restructuring School Discipline, Diane Chelsom Gossen, 2001, New View Publications, North Canada.
Ki Hajar Dewantara; Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,2013, UST-Press bekerjasama dengan Majelis Luhur Tamansiswa.

 berikut link diseminasi disiplin positif dan penerapan budaya positif yang saya lakukan di lingkungan sekolah.

https://youtu.be/H6b0aLK77n8 

Semangat menciptakan budaya positif dimanapun kita berada.


Kamis, 05 Oktober 2023

Mengintip Buku Patah Hati , Antologi ke 29 YPSIM Banten


REJEKI NUMPANG LEWAT

Apakah anda percaya bahwa rejeki itu sudah ditakar dan diukur oleh yang Maha Kuasa, dengan tepat, tidak kurang tidak lebih dan yang pasti tidak akan salah alamat. Sepenggal kisahku tentang impian yang tak tertelan meski sudah didalam tenggorokan, semoga menjadi inspirasi dan kekuatan bagi pembaca yang juga sama merasakan sakitnya sebuah kehilangan, meski sekedar impian.

Berawal dari sebuah impian untuk menjadi seorang abdi negara. Klise dan udik kesannya memang, meski tujuh puluh persen sejujurnya adalah impian orang tua yang ingin saya kabulkan. Bukannya membela diri, doktrin dari orang tua bahwa menjadi abdi negara adalah salah satu solusi terbaik untuk mencari rejeki, membuat otak mengerucut menjadikan impian itu menjadi salah satu tujuan utama dari sebuah perjalanan karir. Hingga pada suatu titik di kemudian hari, sakitnya sebuah kebenaran akan membuka hati dan pikiran saya tentang realita kehidupan.

Ketika itu karir saya masih menjadi seorang karyawan swasta, yang pergi pagi pulang malam. Di tahun 2015 lalu itu saya sudah menikah dan dikaruniai satu orang putra. Karena jam kerja saya yang sehari-hari bekerja, maka anak saya titipkan orang tua. Kondisi pekerjaan suami juga sama, karyawan swasta bagian lapangan yang tiap hari harus mengukur panjangnya jalan aspal rusak di daerah kami dengan dalih tuntutan target penjualan.

Bukan hanya sekali dua kali saya ikut tes CPNS, bahkan hampir tiap ada informasi adanya pembukaan lowongan, saya dipastikan ikut berpartisipasi. Kerja di swasta sepertinya bukan menjadi passion atau minat saya waktu itu. Dengan cerita saudara sepupu yang akhirnya lulus tes CPNS di sebuah kementrian dengan murni dan tanpa sogokan, membuat semangat mengikuti tes makin membara.

Pada sebuah tes untuk pegawai kabupaten di daerah saya dibuka untuk umum, kami berbondong-bondong mendaftar untuk tes. Namun kali ini saya belum beruntung, tidak lolos seleksi, berbeda dengan teman sepermainan masa kecil yang dengan lancar dan bahagianya lolos dan menjadi pegawai di pemerintah kota.

Di tahun 2015, saya ikut lagi, dengan usia yang maksimal, usia terkahir untuk mengikuti tes CPNS waktu itu. Saya tidak terlalu berharap, karena hanya akan menambah catatan sakit hari kekecewaan saya saja. Hingga pengumuman dirilis, dan saya dinyatakan lulus tes dan diterima bekerja di kantor pemerintahan daerah saya.

Dengan semangat 45 saya mengurus pemberkasan, ditemani oleh suami yang meyempatkan ijin libur kerja, demi menemani pemberkasan akhir yang membuat hati Bahagia. Dengan harapan kehidupan perekonomian kami akan lebih baik kedepannya.

Hingga setelah pemberkasan akhir selesai, kami tinggal menunggu SK, saya mendapatkan telepon dari kantor kepegwaian daerah. Intinya saya disuruh datang menghadap bapak kepala kepegawaian daerah secara langsung, meskipun saya tanya perihal apa, mereka tidak mau menjelaskan.

Dengan tanpa berpikir yang macam-macam, diantar oleh ayah saya yang sudah sepuh, naik motor sepanjang 2 jam perjalanan, karena beliau tidak tega jika saya berangkat sendirian. Sampai ditempat, ternyata pak kepala sedang ada urusan di luar kantor, dan saya di titahkan untuk menunggu sebentar. Dan akhirnya karena dari rumah belum sarapan, ayah saya belikan nasi goreng bungkus yang dijual di depan kantor kepegawaian.

Belum juga nasi goreng habis, Bapak kepala sudah datang, dengan cepat saya kembali menghadap, tapi diberitahu oleh asisten beliau bahwa selesaikan dulu sarapan kami. Rasa hati sudah tidak nyaman ini, insting saya mulai merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan.

Selesai makan, akhirnya bapak kepala mau menerima saya. Saya masuk sendiri kedalam ruangan Bapak kepala. Dan beliau mulai bercerita. Bahwasannya kelulusan saya adalah sebuah kekeliruan, karena setelah berkas di cek ulang, saya tidak bisa menempati posisi tersebut karena masalah ijazah saya yang tidak sesuai dengan kriteria penempatan.

Mohon maaf saudara sekalian saya lulusan Manajemen Perusahaan, sedangkan yang di butuhkan adalah lulusan Manajemen. Beliau bahkan menceritakan sebuah kisah, yang diharapkan membuat saya berhenti berharap, bahwa sebelumnya ada juga yang lulusan dengan gelar S.Pd.I di gagalkan setelah pengumuman karena tidak sesuai kriteria yaitu yang dibutuhkan adalah gelar S.Pd.

Bapak kepala berkata jika saya punya waktu tiga puluh hari untuk mendiskusikan dengan seseorang. Bahkan saya sempat menanyakan “jumlah” yang tabu untuk ditanyakan, karena jujur, saya hanya berpikir bahwa saya diperas.

Saya merasa nasi goreng yang baru saya telan berhenti di lambung. Saya merasa pencernaan saya berhenti saat itu. Dada saya panas oleh emosi yang tak mampu saya ungkapkan. Saya bahkan diperbolehkan menangis diruangan itu. Dan tak pelak, tetes kekecewaan jatuh begitu saja mendengarnya.

Saya merasa jadi orang paling buruk didunia, saya melihat bapak asisten menatap saya dengan mata yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata lain selain, iba. Tapi segera saya ingat ayah saya. Saya tak boleh menangis demi ayah saya. Jika saya menangis, bagaimana perasaan ayah, pasti hancur. Biarlah saya hancur, saya yang merasakannya saja, jangan orang tua saya.

Saya keluar ruangan dengan memaksa tegar, menjawab pertanyaan ayah dengan baik, bahwa ada peninjauan ulang bahwa nama saya harusnya tidak keluar di dalam pengumuman, dan saya harus menunggu selama 30 hari untuk mendengar pengumuman selanjutnya.

Perjalanan pulang saat itu adalah perjalanan tersunyi dalam sejarah kami. Tak ada satupun kata terucap dari mulut ayah dan saya. Kami sibuk dengan pikiran masing-masing, dan saya tahu ayah berusaha tidak kecewa untukku, dan saya berusaha untuk terlihat baik-baik saja dimata ayahku.

Waktu 30 hari aku gunakan untuk berpikir kembali, benarkah ini layak aku perjuangkan? Andaipun saya diterima bekerja, maka saya akan berjauhan dengan suami dan anak. Saya akan semakin menyusahkan orang tua karena pasti wara-wiri untuk membantu mengasuh cucunya. Pengeluaran pasti juga berlipat ganda karena akan ada dua dapur yang di jatah. Apakah saya hendak mengejar dengan serius berbicara dengan seseorang yang direkomendasikan Bapak Kepala, yang kita semua tau ujungnya akan ada sejumlah nominal yang saya sendiri pun tak memiliki dua digit angka itu. dan ujung-ujungnya akan menyusahkan orang tua juga. Dan apakah jika saya mengejar dengan cara seperti itu, berkahkah rejeki saya nanti yang akan dimakan oleh anak saya?

Saya mengadu kepada teman yang bekerja di pemerintahan kota, dan dia pun merasa kecewa dan menyarankan untuk mengambil jalur hukum. Saya berpikir kembali, jikalau saya mengambil jalur hukum, akan ada dua kemungkinan, saya menang dan saya kalah. Jika saya kalah, maka hanya akan ada lebih banyak pengeluaran, lebih banyak waktu terbuang percuma, dan andaipun saya menang, saya akan bekerja dengan orang-orang yang memiliki mental seperti itu, saya akan menjadi titik hitam diantara mereka yang hanya menunggu waktu untuk dihapus dari peredaran. Menang atau kalah saya tetap kalah.

Akhirnya setelah 30 hari saya disuruh kembali menghadap, dan dinyatakan tidak jadi lulus. Saya memilih menang dengan mundur dari perebutan posisi. Saya tau posisi itu sudah terisi dengan nama orang lain, berdasarkan penyelidikan seseorang yang di dalam.

Dari pelajaran hidup ini saya belajar ikhlas, kehilangan bahkan sebelum sempat saya miliki adalah sebuah tantangan keikhlasan. Tuhan pasti merencanakan yang terbaik untuk saya, dan saya percaya itu. Sulaman kain dan benang akan indah jika sudah jadi, dan dalam prosesnya kita hanya akan melihat benang kusut dan kain yang diregang dengan kencang. Bersabarlah maka hasilnya akan indah.


Jumat, 05 Mei 2023

Minuman penyegar di cuaca yang panas:

 minuman penyegar di cuaca yang panas:

  1. Air Putih:


    Air putih adalah minuman terbaik untuk menghilangkan dahaga dan menghindari dehidrasi. Anda bisa menambahkan irisan lemon atau jeruk nipis untuk memberikan rasa segar pada air.

  2. Es Teh:


    Es teh adalah minuman yang populer di negara kita dan sangat cocok untuk dinikmati pada saat cuaca panas. Tambahkan daun mint atau lemon agar rasanya lebih segar.

  3. Jus Buah:


    Jus buah segar sangat cocok untuk menghilangkan dahaga pada saat cuaca panas. Anda bisa membuat jus dengan memadukan beberapa jenis buah-buahan seperti jeruk, apel, nanas atau semangka.

  4. Smoothie:


    Smoothie adalah minuman yang terbuat dari campuran buah-buahan dan susu atau yogurt. Smoothie sangat cocok untuk dinikmati pada saat cuaca panas dan bisa memberikan rasa segar yang berbeda-beda tergantung dari jenis buah yang digunakan.

  5. Air Kelapa:


    Air kelapa merupakan minuman yang sangat sehat dan menyegarkan pada saat cuaca panas. Air kelapa mengandung banyak elektrolit alami dan bisa membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang karena berkeringat.

Pastikan untuk memilih minuman yang sehat dan menyegarkan untuk dikonsumsi pada saat cuaca panas. Hindari minuman yang mengandung banyak gula atau kafein, karena bisa membuat tubuh menjadi dehidrasi. Selalu ingat untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi pada saat cuaca panas.