Rabu, 15 Mei 2024

JURUS MENULIS ARTIKEL DI PMM


Hai.. maaf ya pembaca, selama seminggu lalu di dunia nyata sedang tidak baik-baik saja, sehingga terpaksa kehadiran di dunia maya tersita. Akhirnya saya ketinggalan dua kali pertemuan KBMN. tapi jangan khawatir, nanti penulis tetap akan menuliskan resume pertemuan ke 6 dan ke 7 yang tertinggal.

Namun kali ini kita lompat dulu ke pertemuan 8 ya. Pakai jurus lompatan Bajing memakan cempedak, hiyaah.. !

Eits Tunggu, ada jurus baru dari Guru Jay, agar jadi penulis yang sakti, kita harus memusatkan kekuatan pada tiga sumber kekuatan berikut:

1.    Kekuatan membaca

2.    Kekuatan komentar / blog walking

3.    Kekuatan mental menulis

Jangan lupa segera praktekkan jurus dari Guru ya..

Sekarang saatnya kita resume ya pertemuan KBMN ke 8.

Pemateri pertemuan KMBN ke 8 adalah Ibu Helwiyah S.Pd. M.M

Apa itu PMM, yaitu sarana untuk belajar mengajar dan berkarya.

Sedangkan artikel adalah tulisan berupa opini atau fakta yang dipublikasikan di media sosial dengan tujuan  mendidik, menyampaikan fakta atau hiburan.

Di PMM artikel masuk dalam bukti karya. Artikel dapat berupa apa saja dan tidak hanya berupa pembelajaran. Maka saat mengunggah bisa dipilih jenis artikel apa yang akan diunggah.

Bukti karya adalah tempat mendokumentasikan karya guru atau kepala sekolah , yang merupakan gambaran kinerja, kompetensi maupun capaian prestasi yang dapat diakses oleh rekan sejwat melalui link yang dibagikan.

Didalam bukti karya kita dapat:

1.    Menyimpan dan mengelola rekam jejak

2.    Berbagi karya dengan rekan sejawat

3.    Memberi dan menerima umpan balik

4.    Menemukan berbagai karya rekan se Indonesia

Bentuk bukti karya dapat berupa pdf atau berupa video maksimal 10 mb.

Bagaimana kalau artikel yang udah jadi tapi melebihi dari 10 MB? Jangan khawatir, Atasi dengan jurus Kompres 11zon, pasti beres.

Ada beberapa pilihan jenis artikel:

1.    Bacaan

2.    Catatan Guru Penggerak

3.    Refleksi

4.    Tips

Tips menulis artikel untuk PMM:

1.    Pilih topik yang relevan dan menarik

2.    Gunakan susunan artikel dengan jelas dan logis

3.    Gunakan bahasa yang mudah di pahami dan efektif

4.    Gunakan gambar atau video untuk mendukung artikel

5.    Jangan lupa promosikan artikel di, cari media sosial

Cara cek keaktifan PMM di data BPMP , cari BPMN wilayahnya, lalu isikan npsn sekolah. Lalu lihat indicator capaian.

Huft.. akhirnya, Latihan resume kali ini selesai, meskipun diwarnai dengan drama hujan deras, petir menggelegar, colokan headset rusak, jadi suara Bunda Ewi hanya sayup-sayup terdengar syahdu diantara guntur dan seng yang berderak.

Sampai jumpa di pertemuan KBMN selanjutnya.. oiya, hutang jurus resume pertemuan ke 6 dan ke 7 ada di postingan setelah ini ya pembaca..

(Jurus menghilang)

Qorin: Maaf ya sepertinya penulis sedang eror, dan lagi tahap maintenance, server down.

 

Pinang raya, 15 Mei 2024, 20.57

Dewe

Senin, 06 Mei 2024

MENULIS BUKU DENGAN AI, SIAPA TAKUT?

 

Hai, sesi ke-5 KBMN kali ini, super wow, kekinian sekali. Semua serba AI alias artificial intelligent, yang sangat sering dan bahkan semakin menjadi keseharian hidup kita saat ini. Dan bahasan kali ini adalah, bagaimana menulis buku menggunakan AI?

Pemateri hari ini adalah Ibu  Dr. Mudafiatun Isriyah M.Pd, CPM, seorang penulis buku dengan setumpuk prestasi. Ternyata beliau pakar dalam bidang anak usia dini dan bimbingan konseling. Semoga nular semua ilmunya. 

Siap? mari kita simak materi dari beliau.

Membuat buku dengan AI terdiri dari 10 langkah.

1.       Pengetahuan tentang Kecerdasan Buatan (AI)

a.       Pembelajaran Mesin Pembelajaran mesin adalah cabang penting dari kecerdasan buatan dan merupakan algoritma  yang memungkinkan komputer  belajar dari data dan pengalaman tanpa memerlukan pemrograman dan pengembangan teknologi secara eksplisit. Mesin berkomunikasi dengan dirinya sendiri tanpa diprogram secara eksplisit, sehingga lebih mudah menggunakan AI, Membuat buku menjadi lebih mudah.

b.       Pemrosesan Bahasa Alami /alami Pemrosesan Bahasa Alami: Pemrosesan Bahasa Alami (NLP) adalah cabang AI yang berhubungan dengan interaksi antara komputer dan bahasa manusia. Hal ini mencakup pemahaman manusia dan produksi teks, serta analisis dan ekstraksi informasi dari teks.

c.       Pengenalan Pola Pengenalan Pola:  Pengenalan pola  adalah cabang AI yang berfokus pada pengembangan algoritma yang mengidentifikasi pola dalam data. Ini termasuk pengenalan wajah, mengidentifikasi objek dalam gambar, mengklasifikasikan teks berdasarkan konten, dan banyak lagi.

d.       Gambar Pemrosesan Gambar: Pemrosesan gambar adalah cabang AI yang berhubungan dengan analisis dan manipulasi gambar dan video.Ini termasuk segmentasi gambar, deteksi objek, dan pengenalan pola dalam data visual.

e.       Sistem Pakar / Sistem Pakar Sistem Pakar : Sistem pakar adalah sistem AI yang dirancang untuk meniru pengetahuan dan keahlian manusia dalam bidang tertentu. Mereka menggunakan aturan logis dan basis pengetahuan untuk memberikan rekomendasi dan solusi terhadap masalah yang kompleks.

2.       Pemahaman tentang Pendidikan dan Pembelajaran:

Supaya buku berbobot dibutuhkan teori pendukung:

a.        Teori pendidikan : Pemahaman yang mendalam tentang teori pendidikan berarti penulis memahami bagaimana siswa belajar dan bagaimana informasi Membantu Anda memahami dasar-dasar bagaimana  informasi diterima dan diproses oleh otak, dan bagaimana hal itu diproses serta faktor-faktor mempengaruhi proses pembelajaran.

b.       Prinsip Pembelajaran : Penulis hendaknya memahami prinsip-prinsip dasar pembelajaran, seperti pembelajaran aktif, pembelajaran kooperatif, dan pembelajaran berbasis masalah. Pemahaman ini  membantu penulis  merancang isi buku teks yang mendukung pembelajaran  efektif. Langkah-langkah yang ditargetkan, pedagogi berperan di sini. Jangan lupa metode dan gaya belajar, dan Jangan lupa bahwa budaya lokal juga relevan.

c.       Kurikulum dan Standar: Pengetahuan tentang kurikulum dan pedagogi yang berlaku. Standar regional atau nasional tertentu sangat penting agar buku teks dapat memenuhi persyaratan kurikulum dan memenuhi standar akademik yang ditetapkan.

d.        Karakteristik Siswa : Memahami karakteristik siswa seperti usia, tingkat pemahaman, dan gaya belajar membantu penulis  menyusun bahan ajar yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

e.       Metode Pembelajaran: Mengetahui berbagai metode pembelajaran yang efektif dan efisien, seperti ceramah, diskusi kelompok, atau pembelajaran berbasis proyek, membantu penulis dalam memilih pendekatan yang tepat untuk disajikan dalam buku ajar.

f.        Evaluasi Pembelajaran: Penulis perlu memahami prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran untuk merancang aktivitas atau latihan yang relevan dan bermanfaat dalam mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan dalam buku ajar.

g.       Teknologi dalam Pembelajaran: Memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran merupakan aspek penting dalam menulis buku teks di era digital saat ini. Penulis harus mempertimbangkan integrasi teknologi ketika menyiapkan materi buku teks agar  relevan dan menarik bagi siswa.

 

3.       Penelitian tentang penggunaan AI dalam pendidikan:

Apakah AI benar-benar diperlukan, atau dapatkah mengatasi tantangan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam memproduksi buku secara konsisten? Penelitian: Pembelajaran mandiri, penerapan AI dalam personalisasi pembelajaran , penilaian otomatis, manajemen kelas, dan  aspek pendidikan lainnya. Apakah menurut Anda hal ini akan membantu kita sebagai guru sekolah dasar? 

Melalui penelitian, penulis dapat mengidentifikasi tren terkini dalam penggunaan AI dalam pendidikan. Hal ini mencakup pengembangan teknologi baru, penemuan penerapan AI baru  dalam pembelajaran, dan perubahan  praktik pembelajaran. Studi membantu penulis mengidentifikasi penerapan AI yang paling relevan dan bermanfaat dalam konteks pendidikan. 

Hal ini mencakup penggunaan chatbot untuk memberikan dukungan pembelajaran, analisis data untuk mempersonalisasi pembelajaran, dan sistem guru AI untuk pembelajaran adaptif. Melalui penelitiannya, penulis dapat menemukan studi kasus yang menunjukkan efektivitas dan dampak penggunaan AI dalam pendidikan. 

Studi kasus ini  memberikan contoh nyata tentang bagaimana teknologi AI telah meningkatkan hasil pembelajaran, efektivitas pendidikan, dan pengalaman siswa. Penelitian juga membantu penulis menilai risiko dan tantangan yang terkait dengan penggunaan AI dalam pendidikan, seperti perlindungan data, kesenjangan digital, dan keberlanjutan penerapan teknologi.

 

4.       Memilih topik dan tujuan buku merupakan langkah awal yang penting dalam proses penulisan buku teks.

a.       Pertama, penulis harus mengidentifikasi topik yang relevan dengan tujuan buku teks dan kebutuhan pembaca sasaran. Misalnya, topik mungkin berkaitan dengan penggunaan AI dalam pembelajaran otonom, penilaian otomatis, personalisasi pembelajaran, pengembangan kurikulum AI,  penerapan teknologi AI dalam manajemen pendidikan, dll.

b.       Penulis hendaknya mempertimbangkan kebutuhan dan minat siswanya ketika menentukan topik bukunya. Apakah audiens Anda adalah guru, siswa, administrator sekolah, atau orang tua? Memahami audiens Anda akan membantu memastikan bahwa buku teks Anda berguna dan relevan bagi mereka.

c.       Setelah memilih topik, penulis harus menetapkan tujuan yang jelas untuk bukunya. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman  mendalam tentang konsep AI dalam pendidikan, memberikan panduan praktis untuk menerapkan AI di kelas, atau menyediakan sumber daya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran yang didukung AI seperti penyediaan.

d.       Saat menentukan suatu topik, penulis juga harus mempertimbangkan tren dan perkembangan terkini mengenai penggunaan AI dalam pendidikan. Memilih topik terkini atau inovatif membantu memastikan relevansi buku teks dalam konteks saat ini.

e.       Penting untuk memperjelas ruang lingkup buku teks dan menetapkan batasan topik yang  dibahas. Hal ini memungkinkan buku teks menjadi fokus dan  menyajikan informasi secara komprehensif tanpa  terlalu luas atau  mendalam. 

5.       Struktur dan Isi: Buat kerangka isi atau garis besar untuk buku Anda, termasuk bab, subbab, dan konten yang tercakup dalam setiap bagian. Pastikan untuk menyertakan contoh, studi kasus, dan penerapan konsep AI di dunia nyata dalam konteks pendidikan.

a.       Kerangka konten ini berfungsi sebagai panduan dasar untuk mengatur konten buku Anda, memastikan bahwa topik terkait dibahas secara rinci.

b.       Bab dan subbab harus dipilih secara cermat untuk mencakup berbagai aspek penting dari topik yang dibahas.

c.       Penulis harus menyertakan contoh dan studi kasus yang relevan di setiap bab untuk memperjelas konsep dan mengilustrasikan penerapan praktis konsep AI dalam lingkungan pendidikan. Contoh-contoh ini mungkin didasarkan pada penelitian empiris, implementasi aktual di lembaga pendidikan, atau pengalaman pribadi yang relevan.

d.       Selain contoh dan studi kasus, penting juga untuk menyajikan penerapan praktis  konsep AI dalam pendidikan. Ini adalah panduan langkah demi langkah untuk menerapkan teknologi AI di kelas, saran praktis untuk meningkatkan pembelajaran yang didukung AI, atau  untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul saat menerapkan teknologi AI.

e.       Penyesuaian dengan kebutuhan pembaca: Struktur dan isi buku teks harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Penulis harus mempertimbangkan tingkat pengetahuan dan kebutuhan praktis pembacanya serta memastikan bahwa bahasa dan gaya presentasi sesuai dengan preferensi siswa.

 

6.       Penggunaan teknologi AI dalam menulis mengacu pada penggunaan berbagai alat dan teknik kecerdasan buatan untuk memfasilitasi proses penulisan.

 

7.       Penggunaan teknologi AI dalam menulis mengacu pada penggunaan berbagai alat dan teknik kecerdasan buatan untuk memudahkan proses penulisan.

 

8.       Penggunaan media tambahan dalam buku teks merupakan strategi penting untuk meningkatkan pemahaman pembaca tentang konsep-konsep kompleks, termasuk konsep AI, dan untuk mengilustrasikan penerapannya dalam lingkungan pendidikan.

 

9.       Pengujian dan evaluasi merupakan langkah penting dalam proses penulisan buku teks untuk menjamin kualitas dan efektivitas buku teks sebelum diterbitkan.

 

10.   Proses penyuntingan dan revisi merupakan langkah penting dalam produksi buku teks untuk memastikan  materi yang disajikan memenuhi standar kualitas yang tinggi dan mudah dipahami  oleh pembaca. Proses penerbitan dan pendistribusian merupakan langkah terakhir dalam pembuatan buku teks.

 

 

Dari materi diatas, siapa yang memiliki pertanyaan yang sama? Bagaimana mencari referensi lewat AI?

Nah begini jawaban yang mungkin teman-teman cari selama ini:

1.     Mulai dari Kerangka Buku: Jika Anda sudah memiliki kerangka atau rencana untuk buku paket Anda, Anda dapat memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik kepada AI untuk mengisi konten atau mendapatkan wawasan tambahan tentang topik yang sudah Anda tentukan. Misalnya, Anda bisa bertanya kepada AI tentang penjelasan mendalam tentang topik-topik tertentu yang telah Anda masukkan ke dalam kerangka buku Anda, atau meminta saran tentang bagaimana menyusun konten dengan lebih efektif sesuai dengan tujuan buku Anda.

2.       Eksplorasi dengan AI: Jika Ibu belum memiliki kerangka buku yang jelas atau ingin mendapatkan inspirasi tambahan tentang topik yang mungkin belum Ibu pertimbangkan, Ibu bisa mulai dengan mengeksplorasi berbagai topik dan ide dengan mengajukan pertanyaan kepada AI. Dengan berinteraksi dengan AI,   mungkin akan menemukan gagasan-gagasan baru yang bisa dijadikan dasar untuk merancang kerangka buku   atau menambahkan elemen-elemen tambahan yang menarik.

Bagaimana teman-teman? Makin penasaran kan dalam membuat buku?

Manusia sejati adalah pembelajar sepanjang hayat, sesuai kodrat alam dan jaman. Jaman AI untuk kehidupan sehari-hari. Buat buku dengan AI, kenapa tidak? AI dapat membantu kita menemukan ide dan Langkah serta referrensinya. Namun semuanya tetaplah bersumber dari seorang penulis. Kita sutradara dalam buku yang kita tuliskan. Dan AI hanyalah fasilitator dan pekerja yang memudahkan Penulis dalam mewujudkan ide menjadi sebuah karya.

Masih penasaran bagaimana perjalanan belajar kita menjadi seorang penulis? Sampai jumpa di pertemuan KBMN selanjutnya..

 

Pinang Raya, 6 Mei 2024, 21.42 PM

DW

 

 

 

 

 


Kamis, 02 Mei 2024

SUKAI BARU BERPRESTASI

 


Hai.. sudah empat kali kita bertemu dalam materi KBMN gelombang 31. Kalau boleh jujur, saya sedih kali ini, mengapa setiap kali ulasan berhadiah pasti saya sedang tidak bisa online mengerjakan ulasan materi.

Tapi tak apalah, yang utama adalah ilmunya, soal hadiah itu rejeki. Ternyata belum rejeki saya mendapat buku “Menggapai Cahaya Ramadhan dengan Tadarus Pendidikan" dan buku Antologi " 1001 Kisah Guru Antologi Jejak Pendidikan Nusantara" yang diberi narasumber berdasarkan resume terbaik. Sayang sekali tidak bisa ikut berkompetisi. Ya.. sudahlah, kita kencangkan lagi di pertemuan selanjutnya.

Di pertemuan keempat ini, pemateri adalah Bunda Aam Nurhasanah Gr. S.Pd, yang ternyata juga alumni Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9, yang baru selesai pendidikan di akhir April 2024 lalu. Wow, ternyata satu Angkatan dengan saya,, luar biasa sekali Bunda Aam ya. Namun bedanya Bunda Aam, sudah alumni KBMN Angkatan 12, sedangkan saya baru mulai gabung KBMN di gelombang 31.

Kembali ke materi ya, Gali Potensi. Bagaimana cara menggali potensi? Potensi apa yang kita miliki? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Apa yang kita sukai, apa yang kita alami, yang kita kuasai atau yang sedang kita pelajari.

Pertama temukan dulu apa yang kita sukai, lalu pelajari dan kuasai dan yang terenting adalah jalani. Kerjakan apa yang disukai. Jika yang kita sukai adalah menulis maka menulislah. Menulislah sampai kita menguasai.

Bangun ekosistem pertemanan yang mendukung perkembangan kompetensi kita sebagai penulis. Jika suka menulis ya gabunglah dengan para penulis. Seperti pepatah, berteman dengan minyak wangi akan ikut wangi. Jika kita merasa bodoh diantara orang orang pintar, tandanya kita mulai belajar dan memperbaiki diri.

Lingkungan pertemanan mendukung kita dalam menjaga motivasi dalam menulis. Namun yang utama adalah kedisiplinan dalam menulis. Motivasi saja tidak akan cukup untuk membakar semangat, yang lama-kelamaan akan habis. Namun disiplin akan mengisi ulang baterai semangat dengan sendirinya.

Jadi mulailah disiplin menulis setiap hari, bergabunglah dengan komunitas para penulis hebat, dan nikmatilah menulis. Seandainya gagal, jadikan kegagalan dan kejatuhan sebagai daya lenting untuk bangkit lebih tinggi dan mengukir prestasi. Menulislah hingga tulisanmu menemukan jati dirinya, menemukan jalan takdirnya.

 

Pena basah kertas digaris

Jadilah sastra indah bermakna

Menulislah dan terus menulis

Hingga karya membawamu bertahta

 

Dalam kegelapan aku menatap KMBN bercahaya,

Pinang Raya, Kamis 02 Mei 2024, 23.31 PM

DW

 


Senin, 29 April 2024

TEKNIK MENULIS RESUME

 



TEKNIK MENULIS RESUME

Oleh: Ibu Raliyanti, S.Sos, S.Kom, M.Pd

 

Hai.. ketemu lagi kali ini dengan materi yang tak kalah bernas. Pada pertemuan ke tiga ini, pemateri  adalah seorang guru dengan segudang prestasi dan seorang penulis handal. Kesehariannya ibu Raliyanti kerap dipanggil dengan ibu Rali. Beliau juga merupakan alumni KBMN gelombang 20. Kali ini beliau memberikan materi tentang teknik dan cara menulis resume dengan baik dan benar.

Secara garis besar, cara menulis resume dengan baik ada 6 tahap yaitu:

  • 1.     Amati materi yang disampaikan.
  • 2.     Modifikasi materi dengan menggunakan bahasa baku sesuai ciri khas sendiri.
  • 3.     Hindari copy paste materi.
  • 4.     Kembangkan meteri dengan pengetahuan sendiri yang masih berkaitan dengan materi.
  • 5.     Beri kesimpulan dari materi sebelum penutup.
  • 6.     Yang terpenting adalah pertahankan ciri khas tulisan kita agar menjadi unik dan memiliki ciri khas gaya tulisan kita.
  • 7.     Tulis dengan paragraph yang tidak terlalu panjang.
  • 8.     Parafrasekan pernyataan dari pemateri.

Setelah mengetahui bagaimana cara menuis resume dengan baik, lalu bagaimana cara menulis resume agar bisa cepat seperti istilahnya di KMBN adalah peserta F1?

Berikut triknya:

  • 1.     Siapkan diri dan peralatan lebih awal.
  • 2.     Tulis narasi pembukaan yang berkaitan dengan  materi.
  • 3.     Tulis kesimpulan dari materi.
  • 4.     Tulis materi dengan paragraph pendek pendek.

Setting motivasi pada diri sendiri agar menulis resume lebih cepat karena memiliki beberapa keuntungan yaitu:

  • 1.     Jika pada urutan atas akan  mendapat viewer lebih banyak.
  • 2.     Beri karakter pada tulisan agar menarik pembaca.
  • 3.     Buat Tulisa lebih kredibel dengan menambahkan referensi materi dari tokoh lain yang berkaitan.
  • 4.     Racik tulisan dengan ciri khas kita agar pembaca betah dan selalu menunggu resume dari kita.
  • 5.     Sematkan kutipan untuk mempercantik resume.

Yang utama dari seorang penulis yaitu percaya diri. Bagaimana percaya diri dibangun adalah dengan terus menulis. Jangan terpaku pada satu blog saja. Menulislah di platform lain yang dapat menunjang pengalaman menulis. Dan dapat meningkatkan kepercayaan diri. Perbanyak baca sehingga tulisan menjadi edukatif dan informatif.

Lalu bagaimana resume kita bisa dijadikan sebagai sebuah buku? Mudah saja, kumpulkan resume, pilih resume-resume terbaik, atur di word, rapikan, lalu cari penerbit.

Jadi.. untuk membuat resume cukup mudah bukan? Cukup ATM saja, amati, tulis ulang, modifikasi. Seperti uang yang dilarang uang palsu, maka tulisan juga dilarang plagiarisme. Buat tulisan yang punya ciri khas tulisanmu, sehingga pembaca tahu itu tulisanmu bahkan sebelum membaca siapa penulis resume.

Cobalah menulis satu kata,

Mudah bukan tak seberapa

Om Jay dan Ibu Rali saja bisa

Kita juga pasti bisa.

 

Menulis sambil senyam senyum kepedean,

Pinang Raya, Bengkulu Utara, 29-4-2024. 20.42 PM

DW

Rabu, 24 April 2024

WRITING IS MY PASSION

 


WRITING IS MY PASSION

Hai, jumpa lagi di ulasan kelas menulis KBMN gelombang 31 hari ke-2. Kali ini pemateri adalah Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Atau yang lebih akrab beliau dipanggil dengan nama Bunda Kanjeng. Bagi saya beliau seorang master yang sangat membumi, yang sangat saya kagumi dan ingin pelajari proses yang beliau alami hingga sampai pada titik yang luar biasa saat ini.

Motto beliau adalah menulis itu passion, gairah hidup. dengan menulis beliau merasa hidup dan merasakan kepuasan. seperti yang beliau ungkapkan dengan menulis beliau mendapatkan empat hal yang luar biasa meningkatkan gairah hidup beliau.

Yang pertama adalah kepuasan batin, karena setelah menulis akan merasa lega dan tidak ada uneg-uneg lagi. Kedua, dengan menulis beliau bisa mendapatkan kepuasan materi, yang tidak dapat diukur dengan nominal ya, karena kepuasan masing-masing orang itu berbeda. Lalu yang ketiga adalah dengan menulis maka akan mendapatkan jalinan silaturahmi, dari sahabat yang tersebar seantero Nusantara bahkan dunia. Apalagi sekarang, kita dapat menjalin silaturahmi dengan seluruh orang di dunia ini tanpa terhalang jarak lagi dengan bantuan teknologi.

Yang ke empat adalah dengan menulis beliau merasa “kaya”. Kaya teman, kaya hati. Karena kaya itu relatif, maka ukuran kaya tiap orang itu berbeda, namun bagi beliau, kaya sahat dan kaya hati akan kebahagiaan sunnguh melegakan. Kelima dengan menulis, kita akan merasa bahagia. Bayangkan saja Ketika menulis ini kita sedang curhat seakan menulis diary. Ketika semua apa yang ada di kepala dituangkan, maka kepala akan terasa ringan dan hati lebih bahagia. Lalu ke enam dengan menulis dapat meningkatkan kebijaksanaan. Karena untuk menulis kita tak harus pandai menilai, kita hanya cukup mengerti, lalu menulis.

Menurut Ibu Kanjeng, menulis itu untuk melawan lupa. Menurut saya hal ini sangat tepat, karena dengan menulis maka kita seperti membongkar berkas lama yang ada di kepala lalu memperbaiki dan mencetak ulang dengan format baru didalam susunan neuron kita, jadi lebih mudah untuk dijangkau dan diingat kembali. Jadi ya, betul sekali, menulislah sebelum kamu lupa.

 Bagaimana memulai menulis? Jawabannya adalah dengan bertanya pada diri sendiri, mengapa kita menulis, dan bagaimana cara menulis. Mengapa adalah alasan kita menulis, bisa karena materi, atau sebuah pengakuan dari masyarakat atau alasan personal untuk mencurahkan isi kepala. Ataukah alasan untuk memberi pengaruh sosial atau pengaruh spiritual. Isa mulai ditanyakan pada diri sendiri sebelum mulai menulis. Selanjutnya adalah bagaimana cara menulisnya, hal ini berkaitan dengan teknis yang dapat dipelajari dan terasah lewat pengalaman menulis.

Bagaimana cara menjadi penulis yang baik? Langkah pertama adalah dengan membaca, baca dan baca. semakin banyak membaca maka akan memperkaya khasanah pikiran kita, sehingga mudah untuk menuangkan sebuah tulisan.

Langkah kedua adalah berdiskusi, lebih bagus lagi jika memiliki mentor menulis. Atau dapat dengan mengikuti komunitas menulis, sehingga kita dapat menemukan mentor mentor hebat dalam menuis yang dengan senang hati akan berbagi ilmu kepada kita, serta rekan-rekan sesame penulis yang dapat diajak berdiskusi dan bertukar pendapat tentang kepenulisan.

Langkah ketiga adalah lihat dan baca, semua jenis media tulis. Sehingga dapat kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita. Lalu ke empat adalah luaskan pergaulan. Lebarkan jari-jari lingkaran pertemanan kita, sehingga lebih luas dan lebih banyak.

Jika semua sudah, maka saatnya kita melakukan persiapan menulis. Apa saja yang perlu disiapkan? Tidak perlu repot, ini hanya perlu disiapkan di dalam kepala. Temukan ide tulisan, tujuan menulis, sasaran pembaca, lalu tentukan topik. Setelah itu buat outline atau garis besar tulisan, lalu mulailah mengumpulkan bahan untuk tulisan.

Lalu mulailah menulis, bagaimana? Caranya adalah tulis saja. Tulisanmu nanti akan mengikuti alurnya sendiri. Tidak perlu berpikir banyak, fokuslah pada tulisan dan menulis saja. Soal nanti akan laku atau tidak laku atau menjadi best seller, itu belakangan. Fokus kita hanya menulis dengan baik, dan lanjutkan dengan tekun dan sabar.

Dan jika naskah kita sudah selesai maka yang perlu kita lakukan adalah, mengedit, memperbaiki, dan mempublikasikan. Mengedit dilakukan dengan membaca ulang untuk menemukan kesalahan pengetikan atau kalimat yang kurang pas, lalu diperbaiki. Jika sudah rapi dan dirasa tepat maka dapat dilakukan publikasi .

Langkah publikasi meliputi pengiriman naskah, pra cetak, pencetakan lalu promosi dan distribusi. Naskah dikirim ke penerbit lalu akan ada perbaikan tata letak, layout, ISBN, proof reading dsb.

Kepercayaan diri akan mucul seiring waktu dan jangan takut menerima kritikan. Menulis adalah passion, maka harus ada hati yang tertuang didalam tulisan. Teruslah menulis dan berproses, hingga tulisanmu menemukan jatidirinya.

Seperti kupu-kupu, meski awalnya belum terbiasa terbang, namun teruslah terbang, hingga menemukan bunga yang indah, dan kau bangga menjadi kupu-kupu.

 

Pinang Raya, 24 April 2024, 21.09pm

DW

 

 

 

 


Senin, 22 April 2024

Menulis Semudah Makan

Menulis bagi sebagian orang adalah sebuah kesenangan, dan bagi sebagian lagi adalah sebuah tekanan. Kamu termasuk yang mana? Jika menurutmu menulis adalah sebuah tekanan maka bisa dipastikan kamu belum mengenal menulis. Jika kamu sudh mengenal menulis maka kamu akan mendapati bahwa sebenarnya menulis itu adalah sebuah kesenangan. Tak kenal maka tak sayang, maka kenalilah dulu dunia menulis. Menulis dan membaca adalah seperti sepasang sayap, saling melengkapi dan seimbang. Jika tak seimbang bisa dipastikan terbangnya tulisanmu akan oleng.

Nah melalui kegiatan di Komunitas Bisa Menulis Nusantara (KBMN) gelombang ke-31, yang merupakan wadah mengenal dan mencintai kepenulisan, ilmu-ilmu kepenulisan akan sajikan. Melalui kegiatan ini diharapkan para penulis pemula dapat meningkatkan kompetensinya didalam menulis.

Ingin bisa menulis semudah makan? yuk intip pembahasan Om Jay dalam pertemuan pertama di KBMN gelombang 31 malam ini (22/04/2024). Pada pembahasan awal ini, Om Jay memberikan tips menulis semudah makan. semudah itukah? Mimin juga jadi lebih penasaran jadinya apa trik itu dari Om Jay.

Yang pertama adalah janji untuk konsisten. Bagi penulis, konsisten adalah sebuah keharusan, karena tanpa konsisten maka tulisan kita tidak akan pernah terasah.

Yang kedua adalah mulailah menulis. Semua kisah tidak akan pernah dimulai apabila penulis tidak memulainya dengan satu kata. Kisah legendaris Harry Potter tidak akan pernah ad ajika J.K Rowling tidak memulai menulis, atau buku Soekarno Penjambung Lidah Rakjat tidak akan pernah ad ajika Cindy Adams tidak menulisnya. Semua Langkah besar dimulai dari langkah kecil. Buku setebal seribu halaman dimulai dari sebuah kata. Maka segeralah mulai menulis.

Yang ketiga adalah mulailah dengan tulisan yang sederhana. Seperrti pepatah ala bisa karena biasa sangat cocok untuk penulis. Menulis itu seperti kebiasaan, jika terbiasa menulis maka seperti merasa lapar jika tidak menulis dan merasa haus jika tidak membaca. Jadikan menulis sebagai kebiasaan maka akan terbiasa menulis. Pisau yang diasah tiap hari maka akan semakin tajam, sama halnya dengan keterampian menulis, makin seri g dilakukan maka akan semakin mahir dan berbobot.

Yang keempat adalah membuat garis besar tulisan dalam tiga bagian, yaitu pembuka, isi dan penutup. Pembuka dapat dibuat secara sederhana, seperti sebuah perkenalan, atau mengenalkan pembaca kepada inti judul yang akan kita bahas. kemudian penutup yang dapat berisi kesimpulan atau salam penutup dari penulis.

Lalu bagaimana ide tulisan bisa tumbuh dan muncul setiap hari? Ide menulis dapat diperoleh dari mempratekkan 5W 1H, what, why, where, when, whom, dan How. Apa yang terjadi, Bagaimana bisa terjadi, dimana kejadiannya, kapan kejadiannya, siapa pelakunya, dan bagaimana kronologisnya. Dengan mempraktekkan 6 kata diatas, maka kita tidak akan kehabisan ide.

Sudah siapkah untuk menulis? Buatlah kerangka mudah dengan rumus berikut:

Judul

Pembukaan

Isi tulisan

Apa

Siapa

Kenapa

Bagaimana

Kapan

Dimana

Penutup

Demikian rumus jitu menulis dengan mudah yang disampaikan Om Jay. Semoga bermanfaat bagi teman-teman. Jika ingin menulis segeralah dimulai, karena kita tidak tahu apa kisah indah yang dapat kita tuliskan.

 


 

Senin, 30 Oktober 2023

Disiplin yang bagaimana?


Disiplin

apa yang kita ketahui mengenai makna disiplin? 
mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa disiplin adalah sejenis tindakan yang merupakan perpanjangan dari peraturan. 

Tak menampik juga bahwa selama ini saya juga sependapat dengan hal ini. Namun setelah mendapatkan pendidikan melalui Program Guru Penggerak, saya mendapatkan pemahaman baru, tentang sebuah kata disiplin. 

Penyebaran pemahaman tentang disiplin positif dilakukan di lingkungan sekolah, serta penerapan disiplin positif agar dapat menciptakan budaya positif di dalam lingkungan sekolah. 

Mari kita cermati artikel yang di sadur dari modul Guru Penggerak berikut:

Makna Kata Disiplin

Ketika mendengar kata “disiplin”, apa yang terbayang di benak Anda? Apa yang terlintas di pikiran Anda? Kebanyakan orang akan menghubungkan kata disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan pada peraturan.  Kata “disiplin” juga sering dihubungkan dengan hukuman, padahal itu sungguh berbeda, karena belajar tentang disiplin positif tidak harus dengan memberi hukuman, justru itu adalah salah satu alternatif terakhir dan kalau perlu tidak digunakan sama sekali. 

Dalam budaya kita, makna kata ‘disiplin’ dimaknai menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kita cenderung menghubungkan kata ‘disiplin’ dengan ketidaknyamanan.

Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa 

“dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka. 
(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,  Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)

Disitu Ki Hajar menyatakan bahwa untuk mencapai kemerdekaan atau dalam konteks pendidikan kita saat ini, untuk menciptakan murid yang merdeka, syarat utamanya adalah harus ada disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri, yang memiliki motivasi internal. Jika kita tidak memiliki motivasi internal, maka kita memerlukan pihak lain untuk mendisiplinkan kita atau motivasi eksternal, karena berasal dari luar, bukan dari dalam diri kita sendiri.

Adapun definisi kata ‘merdeka’ menurut Ki Hajar adalah: 

mardika iku jarwanya, nora mung lepasing pangreh, nging uga kuwat kuwasa amandiri priyangga (merdeka itu artinya; tidak hanya terlepas dari perintah; akan tetapi juga cakap buat memerintah diri sendiri)

Pemikiran Ki Hajar ini sejalan dengan pandangan Diane Gossen dalam bukunya Restructuring School Discipline, 2001. Diane menyatakan bahwa arti dari kata disiplin berasal dari bahasa Latin, ‘disciplina’, yang artinya ‘belajar’. Kata ‘discipline’ juga berasal dari akar kata yang sama dengan ‘disciple’ atau murid/pengikut. Untuk menjadi seorang murid, atau pengikut, seseorang harus paham betul alasan mengapa mereka mengikuti suatu aliran atau ajaran tertentu, sehingga motivasi yang terbangun adalah motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik. 

Diane juga menyatakan bahwa arti asli dari kata disiplin ini juga berkonotasi dengan disiplin diri dari murid-murid Socrates dan Plato. Disiplin diri dapat membuat seseorang menggali potensinya menuju kepada sebuah tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna.  Dengan kata lain, disiplin diri juga mempelajari bagaimana cara kita mengontrol diri, dan bagaimana menguasai diri untuk memilih tindakan yang mengacu pada nilai-nilai yang kita hargai.  

Dengan kata lain, seseorang yang memiliki disiplin diri berarti mereka bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya karena mereka mendasarkan tindakan mereka pada nilai-nilai kebajikan universal. Dalam hal ini Ki Hajar menyatakan; 

“...pertanggungjawaban atau verantwoordelijkheld itulah selalu menjadi sisihannya hak atau kewajiban dari seseorang yang pegang kekuasaan atau pimpinan dalam umumnya. Adapun artinya tidak lain ialah orang tadi harus mempertanggungjawabkan dirinya serta tertibnya laku diri dari segala hak dan kewajibannya. 
(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,  Cetakan Kelima, 2013, Halaman 469)

Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik. 
 

Referensi: 
Restitution: Restructuring School Discipline, Diane Chelsom Gossen, 2001, New View Publications, North Canada.
Ki Hajar Dewantara; Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,2013, UST-Press bekerjasama dengan Majelis Luhur Tamansiswa.

 berikut link diseminasi disiplin positif dan penerapan budaya positif yang saya lakukan di lingkungan sekolah.

https://youtu.be/H6b0aLK77n8 

Semangat menciptakan budaya positif dimanapun kita berada.